Kamis, 01 November 2012

postingan teh Falla ini soal pria :)) #panutanable banget


Pria yang baik, dekat dengan Tuhannya, dekat dengan keluarganya, lini pertama sahabat-sahabatnya.. Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria yang cerdas, teman berdiskusi yang seimbang, santapan intelektual yang menyegarkan otak dan kemampuan bersosialisasi serta penempatan diri yang amat baik..
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria yang memperbolehkan dirimu menjadi diri sendiri seutuhnya, yang memberikan tanggung jawab penuh untuk dirimu berbuat apa yang kamu ingin, yang membuatmu justru menjaga amanatnya untuk tidak kelewat batas..
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria yang murah senyum, berkepribadian tenang dan penyabar. Penyelesai masalah tanpa mengutamakan kata-kata eksplosif dan pribadi yang radikal; apalagi kekanak-kanakan.
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria yang mampu membuatmu tertawa bahkan saat dirimupun tak sanggup tersenyum sendiri, seorang yang silly dengan lelucon segar jauh dari kasar dan menjatuhkan orang lain. Seorang pria yang mampu menghangatkan suasana, seorang pria yang mampu membuat suasana yang beku sekalipun menjadi begitu cair.
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria pertama yang kamu cari saat matamu terbuka dipagi hari, dan orang yang sama yang kamu cari sebelum kamu memejamkan mata di saat tidur malam..
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria yang mampu menjaga keseimbangan dalam hidup. Pekerja keras dalam karir, baik dalam pergaulan. Manusiawi dalam bersosialisasi. Seorang pria dengan split personality sempurna, antara profesionalitas pekerjaan, dan seorang teman minum yang menyenangkan.
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria yang mampu dipercaya ibumu, mampu disayang keluargamu, mampu diterima sahabat-sahabatmu.. Seorang pria yang mampu membangun kepercayaan orang-orang terdekatmu, mampu berbaur tanpa kendala yang berarti..
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?

Pria tanpa basa basi, seorang penunjuk bukti tanpa omongan berlebihan mengenai konsep kebahagiaan. Pria tanpa kata puitis, tapi selalu mampu membuatmu mengangkat simpul di bibirmu, tersenyum bahagia. Seorang pria yang mampu membuatmu menangis, bukan karena sakitnya hati melainkan euphorianya perasaan yang meletup-letup.
Lalu, apalagi sih yang kamu cari?



Lalu, apalagi sih yang kamu cari?
Sudah berani untuk berkata "Oke, pencarianku setidaknya.... berhenti.."
saya belum :)

Minggu, 08 Juli 2012

Acknowledgement



Karya ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku yang memicu untuk menyelesaikannya segera mungkin, seruan  itu bukanlah ketergesaan tapi kumaknai sebagai belaian kasih dan sayang kepada buah hati untuk menapaki fase kehidupan. Untuk Bapak Sahril Umar, terima kasih atas gen keren nya. Teruntuk Ibu  Jamilah Yunus yang senantiasa menjadi cahaya hidupku.
 
Adek menjadikan kepemilikanku terasa sempurna tuk mengadu dan mengasihi, kamulah bagian dari diriku yang utuh. Untuk Arifpil baru tanggung jawab pribadi bisa kupersembahkan di hari lahirmu, semoga karya ini menjadi awal keberadaanku tuk memperjuangkan hari depanmu
Siklus empat  tahunan senantiasa memicu, karya ini kuhadirkan sebagai wujud kesungguhanku bahwa goresan ‘almamater’ tidak pernah luntur dari kening mahasiswimu ini untuk menjadi sosok  yang bermanfaat demi perjuangan ummat. 
Aku akan selalu berterima kash pada kampus ini, pada energy yang lahir di tempat ini, sesuatu yang telah mendorongku dengan sangat telak ke dalam tatanan hidup yang powerful.

Untuk kedua pembimbing atas binaan, didikan, dan bantuannya dalam penyelesaian tugas akhir ini. Bimbingan mereka menyadarkan penulis akan kebodohannya sekaligus meyakinkannya untuk terus menyelami samudra ilmu yang luas.
Hadirnya bak lentera menemaniku dengan cahayanya, semoga karya ini turut menerangi kebersamaan kami tuk menggapai ridho-Nya dengan keindahan, bukan cahaya lilin yang menyakiti diri.

Untuk teman-teman ‘San-San”,“Brota-Sista” dengan mimpi-mimpinya yang mewarnai proses studi S-1, berkat kepercayaan merekalah tugas ini terasa tantangan bukan beban. Semoga warna persahabatan kita terpelihara sebagai proses yang tak terlupakan bersama.

Untuk kawan-kawan hijau hitam yang menjadikan warna kehidupan semakin dinamis, menjembatani pendirianku untuk semua golongan. Tugas akhir ini kumaknai sebagai kesungguhan untuk menjadi insan paripurna yang kita citakan bersama.
Untuk seluruh keluarga besar PT. Radio Bumei Pat Petulai “FOUR FM” yang membentuk pribadiku menjadi sosok yang lebih apresiatif terhadap hidup,tegar, kuat dan cantik.
Untuk rekan-rekan seperjuangan, komunitas, majalah udara Voice Of Islam, rekan kantor Smartway Investment serta Smartway School. Terima kasih atas pekerjaan hebat kalian hingga aku bisa menyadari bahwa hidup adalah sesuatu yang bergerak. Mari meraih sukses bersama.

Teruntuk semua pihak yang membantu dan memicu penyelesaian skripsi ini, karena keterbatasan penulis tidak mampu disebutkan satu persatu namun tidak mengurangi terima kasihku.

as Merry Have said before

HIDUP
adalah suatu tantangan yang harus dihadapi
            perjuangan yang harus dimenangkan
            kesusahan yang harus diatasi
            rahasia yang harus digali
tragedi yang harus dialami
kegembiraan yang harus disebarkan
cinta yang harus dinikmati
tugas yang harus dilaksanakan
romantika yang harus dirangkul
risiko yang harus diambil
lagu yang harus dinyanyikan
anugerah yang harus dipergunakan
impian yang harus diwujudkan
perjalanan yang harus diselesaikan
janji yang harus dipenuhi
kesempatan yang harus dipakai
persoalan yang harus dipecahkan
kesulitan yang harus dikalahkan
rahmat yang harus dipelihara dan dicintai




                                    

Sabtu, 11 Februari 2012

Belum bakat apa ga bakat ?


Dear buat yg ngikutin tuLisan ku.. Geeeeeerrrrrrhh… Lama gak posting niyh..


Jadi niyh ceritanya… antara sibuk, masih beradaptasi, dan sepertinya agak malu dan tahu diri karena sedang menjalani rutinitas sebagai guru PPL di sekolah belakangan ini. Saya belum bisa sering-sering update tulisan. I am in the middle of something, and I dont thing I can write as much as i want right now. Sorry.
Saya belum kasih tahu kalo di sekolah tempat saya direkomendasikan untuk praktek mengajar ini, ada banyak sekali kamera CCTV.. :) gak bisa ngerumpi.. gak bisa ngosong… hhha… gak Bisa cinLok juga… hedeChhh… :P
Kadang… saya musti acting lagi ngerjain RPP di meja piket.. Walau pada kenyataan nya saya lebih sering nonton film favourite dengan  pose membelakangi..
Kontras sama nasib teman teman seperjuangan lain yang dapet jatah PPL di tempat yg lebih strategis.. bukan di sudut kota seperti ini.. bisa gak masuk.. gak musti buat RPP 1 smester.. analisis soal.. #ngeluh berkualitas…
Tapi ini tulisan saya. Nyolong waktu saat istirahat ketika bolos pulang cepet dan menunggu jam siaran datang. Yupp.. suatu keberuntungan saya pernah punya kerjasama iklan sama Bapak Kepala Sekolah SMKN 1 Curup Timur.. Walhasil, saya bisa dapat perlakuan khusus bisa pulang 2 jam lebih awal dari yang lain untuk siaran.. Sebut nama Pak Boss...  Here we go..
Adalah Curhat Colongan…
Sebagian orang, mungkin akan berpikir bahwa memasak, untuk perempuan adalah kewajiban atau keharusan.
Buat saya, memasak bahkan mungkin bukan pilihan.
Bukan, bukannya saya tidak bisa masak. Sumpah. Saya jago banget masak, terutama masak air, saya hebat banget.
 No, seriously, saya bisa masak. Bukan cuma masak indomie. Tapi cah kangkung, sambel dencis, tempe saus tiram, tempe goreng, nasi goreng, apalagi telur goreng. Jago saya mah...*nepuk dada bangga*


Tapi saya gak suka. Saya gak senang melakukannya. Kalo boleh milih. Saya lebih seneng jalan-jalan, makan, atau mungkin nonton koleksi film favourite saya seharian.
Bentar-bentar itu keknya bukan perbandingan yang setara ya? Hehe...
 Di antara semua pekerjaan rumah yang lain, saya paling suka bersih-bersih. Yah, mau gimana lagi, udah mental pembantu rumah tangga dari sononya. Plus, kebiasaan kalo dari kecil setiap pulang sekolah waktu SD kalo gak salah awalnya., dakuh lebih antusias melakukan hal-hal yang seperti itu.
Dari mulai nyapu, nyetrika, nyiram kembang, nyuci piring, nyuci karpet, nyuci ambal Musholla, saya bisa. Mungkin kalau jasa laundry kiloan udah ada dari dulu, saya bakalan sering jadi semacam anak magang di salah satu laundry kiloan itu. Lumayan kan?


 So anyway, tulisan ini sebetulnya beranjak dari sebuah status temen FB. Gak usah deh saya sebut statusnya siapa, tapi isi status itu adalah, ketika dia yang notabene lebih tua dari saya secara umur.. sedang melakukan pedekate dengan seorang laki-laki yang memang sedang mencari calon istri. Sampai pada suatu ketika, mereka sampai pada suatu obrolan mengenai masakan.. dan laki-laki itu doyan makan. Sayang nya temen FB saya tersebut gak bisa masak.. ending nya laki-laki itu pun kurang begitu antusias dengan kelanjutan cerita tersebut.. ( dRamatisirrr penuLiss.. :P)


# HUEEEKKKKK !!!)
Iya., lebay memang..  Selama ini, sambil menunggu Ayah sama Ibu pulang dari Musholla kalo malam. Kami biasanya mencoba mengisi perut.. dan adek paling dominan kalo membuat masakan yang layak untuk dikonsumsi kami berdua.. Adek saya memang romantis.. kukukukukk… Bahkan kadang saya lebih sering menemukan figure seorang kakak dalam dirinya yang 4 tahun lebih muda dari saya.. caranya memperlakukan saya.. menyayangi dan membantu saya ketika kesulitan melakukan sesuatu.. prestasinya… beuhh… I am really approad to call him.. My Groovy bRota…
Pernah suatu kali saya coba masak sendiri.. Saya buat oseng buncis, asampade, sama tahu goreng. Saat memasak saya girang banget, berusaha untuk konsentrasi penuh dan ingin menyenangkan hati orang rumah.. Waktu itu hari Minggu ketika semua sedang sibuk di luar rumah.. tepatnya saya sedang dapat jatah jagain rumah.. tepatnya lagi saya jomblo.. huehe. Saking konsentrasinya. Oseng buncis yang saya buat sampe keasinan, asampade yang saya masak gagal, lebih dominan asam nya.. ketimbang padek nya.. hahhaha ( baca : asampadek). Terakhir tahu. Oh...come-on...itu cuma tahu, what's the worst can happen, right?
Well, si tahu yang niatnya mau saya goreng itu, memutuskan untuk lengket-lengket di wajan, dan pake acara enggan di balik. Sampe akhirnya saya memutuskan untuk mendiamkan tahu itu barang sebentar. Walhasil tahunya sukses saya balik. Cuma gosong. Mengerikan sekali.
Gak bakat. Saya emang gak bakat masak. Walaupun pada saat itu semua yang pulang memakan masakan yang saya buat.. Entah itu pilihan karena mereka lapar atau sebuah penghargaan atas kerja keras saya.. Mereka tetap memakan semua lauk yang saya masak. Lengkap dengan akting yang mengatakan bahwa makanan tersebut itu lezat dan enak.. Saya yang khawatir jadinya, takut-takut perut mereka tidak siap menerima semua makanan itu.
Yah, saya manusia..
Saya manusia, saya memiliki spelisiasi tersendiri, di mana kata "memasak" sepertinya tidak menjadi sebuah skill pada saat saya di rakit oleh Tuhan.
Yah hidup itu kan pilihan. Antara memasak dan makan? Tentu dengan tegas saya akan katakan.
Jalan-Jalan!!! *di tabok karena gak pokus*  Bhahaahaa…
Tapi alasan yang paling tepat mungkin begini...
Saya cuma kasian sama Farrah Queen, kalau saya ikutan jago masak juga, dia bisa kehilangan pekerjaannya...

Note : Moga suatu hari nanti…ada niat yang muncul. Atau cita-cita ini gak akan berubah… hingga suatu hari saya akan coba ambil sekolah masak di sela-sela rutinitas saya sebagai Guru atau Praktisi Pendidikan nantinya.. :P
Atau mungkin yang lebih logis… Saya pilih calon suami  yang jago masak aja.. huehe :D